ASAL USUL AGAMA : JAHUDI, KRISTEN , ISLAM, BUDHA DAN HINDU
ASAL USUL AGAMA
Sebagian besar dari asal usul agama hanya merupakan hasil dugaan. Biasanya dugaan itu kira-kira demikian : makluk pertama yang berdiri tegak pasti masih seperti binatang didalam hatinya . Kita tahu bahwa binatang tidak mempunyai agama. Kita juga tahu bahwa 2000 tahun silam, pada zaman Tuhan Yesus Kristus hidup didunia , manusia telah mencapai bentuk agama yang sangat tinggi .Jadi diantara selang waktu tersebut pasti terjadi evolusi agama yang berlangsung perlahan-lahan kearah bentuk yang lebih tinggi. Langkah berikut ialah adanya dugaan bahwa bentuk-bentuk agama yang lebih rendah itu pasti seperti bentuk agama suku-suku zaman batu yang belum terjamah oleh peradaban modern, suku-suku bangsa seperti itu takut terhadap roh-roh yang ada dihutan gelap . Jadi mereka mengandalkan dukun-dukun untuk melakukan sihir , dan mereka beranggapan bahwa jiwa orang yang sudah mati akan melayang-layang selama beberapa waktu sebelum menjelma kembali menjadi bentuk atau wujud yang lain ( Animisme) dapat dibaca juga pada buku Pustaka Tumbaga Holing Adat batak -Patik Uhum Karangan Raja Patik Tampubolon )
Jadi wajarlah kalau kemudian ada dugaan bahwa pasti para dukun itu akhirnya menjadi imam , yang mengadakan berbagai persembahan kurban , kuil, dan buku tentang upacara keagamaan mereka . Selanjutnya orang-orang itu akhirnya menyadari bahwa mengasihi sesama merupakan hal yang utama dalam agama , dan orang yang pertama mengajarkan dan melakukannya adalah Yesus Kristus , sebuah bentuk agama yang lebih tinggi.
PERKEMBANGAN AGAMA
Menurut Alkitab , agama pertama yang dianut manusia adalah Monoteisme, yaitu kepercayaan kepada satu Allah, dan persembahan-persembahan binatang kurban menunjukkan bahwa ada satu jalan untuk memperoleh pengampunan Allah dan dapat diterima di hadapanNya. Hal ini membantu kita mengerti sejarah agama selanjutnya.Alkitab perjanjian Lama memberikan contoh-contoh tentang bagaimana manusia berkali-kali tergoda untuk menyimpang dari monoteisme ( Menyembah lebih dari satu Allah/Dewa)
MENEGAKKAN AGAMA YANG BENAR
Jadi Alkitab menggambarkan proses sejarah tentang kemerosotan agama, dan tentang diutusnya para nabi untuk memulihkan dan mengembalikan agama pada bentuknya yang benar
Pada malam sebelum Kematian Tuhan Yesus, Dia memberikan roti dan anggur sebagai lambang untuk mengingatkan kita akan pengorbanan-Nya yang terakhir .Di antara orang Yahudi maupun di antara banyak bangsa lainnya praktek mempersembahkan hewan sebagai kurban telah dihentikan. Namun hal ini sama sekali tidak menghentikan kecenderungan mengarah pada kemerosotan agama. Dalam gereja Kristen pun dan banyak agama lainnya, para pendeta atau imam tergoda untuk menyatakan bahwa upacara keagamaan mereka dapat memaksa Allah agar melimpahkan kemurahan-Nya dalam hidup mereka di dunia ini maupun di dunia yang akan datang.
ALKITAB DAN ANTROPOLOGI
- Karena para arkeologi tidak menemukan bukti bahwa penyembahan kepada Allah yang Esa itu didasarkan pada persembahan kurban berupa hewan , maka kita harus waspada kalau-kalau ada usaha merekontruksi agama primitif berdasarkan terkaan semata-mata karena ditemukannya tengkorak dan goresan gambar-gambar di dalam gua.
- Jauh sebelum Abraham , orang Mesir , orang Sumer, dan orang dari peradaban Lembah Indus di India pada zaman dahulu telah membangun kuil-kuil dan memuja berhala Agama-agama ini menunjukkan bahwa telah terjadi proses kemerosotan, dan tugas Abraham ialah memulihkannya pada agama yang benar, bukan semata-mata meningkatkan tahap evolusi agama itu kearah yang lebih baik.
- Pada abad 6 sM, Budha, pendiri agana Budha, dan Mahavir pendiri Jainisme, keduanya mengajarkan bahwa manusia dapat memperoleh keselamatan melalui usaha-usahanya sendiri.Mereka menolak praktek mempersembahkan hewan sebagai kurban , dan bahkan menganjurkan untuk makan sayuran saja (vegetarian) . Mereka benar dalam hal menentang ilmu sihir yang dipraktekkan oleh para imam, tetapi mereka tidak memberitahukan cara untuk mendapat pengampunan dari Allah.
- Suku-suku zaman Batu yang telah ditemukan dalam seratus tahun terakhir ini sering dianggap sebagai contoh agama primitif yang menjadi cikal bakalnya. Sebenarnya anggapan itu tidak didasarkan pada fakta. Misalnya, riset menunjukkan bahwa nyatanya semua yang disebut suku primitif itu mempunyai ingatan tentang satu pribadi " Allah yang Tinggi serta Luhur" , yang bersifat kebapaan dan baik . Juga ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa persembahan-persembahan kurban yang dilakukan para dukun untuk tujuan sihir merupakan kemerosotan dari agama semula yang lebih tinggi bentuknya, dan bukan merupakan sisa-sisa peninggalan agama primitif.





2 komentar:
Hayo... blognya diisi dengan konten (materi) Manajemen Jati Diri.. yang asyik...!! dan tidak membosankan.
japan-shinkansen
Sabar mas nanti kita berskan dan tolong masukkan lagi anggota lainnya tks
Posting Komentar