Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Selasa, 26 Mei 2009

EXECUTIVE SUMMARY BUSINESS COACHING

PENTINGNYA COACHING SKILL DALAM ERA GLOBALISASI UNTUK MENINGKATKAN PERAN STRATEGIS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN

II.LATAR BELAKANG.
  1. Berdasarkan penelitian dari konsultant LPMUI, pada salah satu perusahaan baja terbesar di Asia Tenggara, bahwa pada tingkat Midle dan Top manajemen perusahaan tersebut terdapat hubungan yang kurang harmonis antara atasan dengan bawahan dan juga hubungan horizontal ( antara unit Organisasi)
  2. Dalam pengembangan Sumber daya manusia peran Coach and Counseling adalah salah satu pelatihan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalin hubungan antar manusia bidang Personality dan Interpersonality Leadership , dan bahkan dapat dikategorikan menjadi pelatihan Mandatory pada setiap perusahaan untuk menutup gap kompetensinya ( Knowledge, Skill dan Attitude)


II.SASARAN
  1. Setiap atasan harus mampu memahami variable penghambat kinerja dan menjadi seorang yang mengetahui perilaku bawahan untuk meningkatkan Effective Performance Management (EPM)
  2. Setiap atasan diwajibkan dapat menjadi mentor dan role model dalam hal mendidik, membimbing, mensponsori dan mengkaunseling pada organisasi yang dia pimpin serta punya kemampuan untuk mengelola konflik dan mampu melakukan konfrontasi untuk membangkitkan semangat dan kesadaran diri dari pada bawahannya.
III.MATERI PELATIHAN
  1. PENGERTIAN COACHING : Coaching adalah suatu proses membina karyawan dengan mendorong mereka untuk dapat mengembangkan diri dan memperpaiki kinerjanya melalui refleksi bagaimana mereka menerapkan suatu ketrampilan dan pengetahuan tertentu dalam menangani sasaran kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
  2. DISC PROFILING : Adalah suatu alat /Tools untuk mengetahui karakter seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, sehingga dengan alat ini para pimpinan unit organisasi dapat lebih mudah untuk menerapkan " The Right Man on The Right Job " pada organisasinya.
  3. BULDING RAPPORT : Adalah suatu proses komunikasi dua arah antara atasan dengan bawahan , atasan dengan atasan dan antara bawahan dengan bawahan yang selalu berusaha untuk membangun kepercayaan ( Trust) , kommitmen dan konsistensi antara yang satu dengan yang lainnya ( Personality Leadership dan Interpersonality Leadership)
  4. QUESTION TECHNIQUE : Adalah salah satu alat untuk mendapatkan gambaran yang objektif mengenai masalah yang dihadapi, serta bertujuan untuk mendapatkan persetujuan dalam metetapkan rencana penyempurnaan selanjutnya.
  5. EFFECTIVE LISTENING : Prinsip yang mendasar dari pendengar efektif adalah adanya suatu paradigma/ persepsi tentang permasalahan yang terbatas wawasan dan pengertian kita , maka untuk memperoleh suatu pengertian dan permasalahan yang lebih jelas kita perlu untuk mendengarkan dengan semboyan : Mendengar untuk memahami, dan Berbicara untuk Dipahami.
  6. COUNSELING TECHNIQUE : Adalah komunikasi dua arah di tempat yang tenang dan situasi yang kondusif untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan prestasi kerja menurun atau sebaliknya malah meningkat dengan pandangan adalah untuk mebangun kepercayaan, rasa empaty, dan jatidiri / Integritas yang jelas dari pihak yang di kounseling.
  7. FEEDBACK TECHNIQUE : Adalah merupakan umpan balik dari atasan dan bawahan yang berusaha untuk mengkomunikasikan kinerja yang sebenarnya ( Real Performance) dibandingkan dengan kinerja yang seharusnya ( Require Performance)
  8. ACTION PLAN : adalah Implementasi dari proses Coaching yang menghasilkan lembar persetujuan antara atasan (Coach) dengan bawahan ( Coachee) tentang sasaran kerja yang telah disepakati untuk dilaksanakan ke depan.
IV.METODE PELATIHAN
  1. PRE TEST( KNOWLEDGE) : Untuk mengetahui kemampuan peserta tentang Coaching Skill sebelum mendapatkan materi yang sesungguhnya, dan materi yang di ujikan adalah materi yang akan di latihkan kepada peserta , dengan sistim multiple choice.
  2. ATTITUDE (INVENTORY KEPRIBADIAN) : Jenis-jenis Inventory Kepribadian adalah sbb :Pertama : LEADER AS A COACH ( Kemampuan mengelola bawahan dengan beberapa pertanyaan yang berfokus pada : a.Directing, b.Coaching, c.Participating dan d. Delegating. Kedua : KEPEMIMPINAN PRIBADI: adalah untuk mengetahui empat anugerah manusiawi apakah para peserta pelatihan sudah aktif atau belum atau bahkan sudah jauh berkembang dalam bidang : a.Kesadaran Diri, b.Imajinasi, c.Hati Nurani dan d.Pengambilan Keputusan. Ketiga : KEMENANGAN PRIBADI : Adalah untuk mengetahui peta dari para peserta pelatihan apakah para peserta sudah care pada diri sendiri atau masih banyak menyalahkan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari ( Internal dan External)
  3. POST TEST ( KNOWLEDGE) : Adalah testing terakhir saat pelatihan berakhir tentang Sikll dan Knowledge Business Coaching yang telah dipelajari selama 3 Hari , hal ini untuk mengetahui sejauh mana pemahan peserta tentang Business Coaching.
  1. Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan sistim class Room, dan level Peserta diharapkan mulai dari Kepala Seksi ( Supervisor ) sampai Tingkat Kepala Divisi ( Manager) baik Struktural ataupun Fungsional dan diutamakan adalah Struktural atau yang mengelola banyak bawahan dan karena fungsinya sangat sering dan banyak berinteraksi dengan banyak orang.
  2. Khusus Coaching Practice dilakukan dengan dua cara a.Dengan Para Peserta Sendiri dan b.Langsung dengan Sub.Ordinatnya ( Bawahan Langsung) untuk lebih efektif dalam memecahkan sasaran Kerja yang telah dan akan disepakati kemudian.

V.PELAKSANAAN PELATIHAN
Pelaksanaan Pelatihan diadakan selama 3 hari dengan sistem class room , dengan
peserta Superintendent ( Kepala Dinas keatas) Pada Hari Pertama dilakukan
Mapping Leader as A Coach , Kepemimpinan Pribadi, Kemenangan Pribadi dan
Pengetahuan tentang Business Coaching secra umum sebelum Pelatihan dimulai
dengan sistim Multiple Choice , Hari Kedua Building Rapport, Effective
Listening, Counseling serta teknik bertanya dan pada Hari Ketiga diadakan
Feedback, Action Plan danCoaching Practice antara peserta kemudian dilanjutkan
dengan Real Practice dengan subordinat masing-masing peserta untuk
memecahkan masalah-masalah dan meningkatkan sasaran kerja yang telah dibuat
sebelumnya.


VI.PERUSAHAAN YANG TELAH MELAKSANAKAN BUSINESS COACHING adalah Perusahaan : PT.Krakatau Steel
  1. Tahun 2007 tanggal 08 Mei-2007 s/d 13-Desember-2007 sebanyak 7 angkatan dengan jumlah peserta 104 Orang Superintendent keatas.
  2. Tahun 2008 Tanggal 22-Januari-27-Maret-2008 sebanyak 5 angkatan dengan jumlah peserta 66 orang Superintendent keatas
  3. Tahun 2009 Januari-Mei 2009 sebanyak 4 angkatan dengan jumlah peseta 100.orang Superintendent keatas.
VI.KESIMPULAN

Berdsasarkan hasil Evaluasi dari Tim Evaluator Pelatihan Business
Coaching saat ini adalah merupakan pelatihan terbaik yang pernah
dilakukan pada perusahaan PT.Krakatau Steel dengan laporan sbb :
  1. Penilaian penyelenggaraan secara keseluruhan adalah baik dengan angka rata-rata 3,80 dan masih diatas Standar yang di inginkan 3,70
  2. Mengenai materi Pelatihan penilaian peseta sangat baik sekali dengan nilai rata2 4,5-4,8 dan sangat sesuai dengan pekerjaan masing peserta khususnya bidang Struktural.
  3. Mengenai kemampuan Intruktur juga sangat baik sekali dengan nilai 4,15-4,57 dan diatas standar 3,70.
DENGAN DEMIKIAN PELATIHAN BUSINESS COACHING SAAT INI SANGAT MUTLAK DIPERLUKAN OLEH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG SEDANG BERKEMBANG

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP