Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Kamis, 02 Juli 2009

30 PETUAH UNTUK MELATIH GODSPOT

30 PETUAH UNTUK MELATIH GODSPOT SEKALIGUS MENGUATKAN MANAJEMEN JATIDIRI BIDANG KEPEMIMPINAN PRIBADI DAN KEMENANGAN PRIBADI
1
Janganlah merugikan orang miskin, hanya karena lemah, dan di sidang pengadilan janganlah memperkosa hak orang yang tak berdaya.Sebab, Tuhan akan membela perkara mereka dan mencabut nyawa orang yang menindas mereka.
2
Janganlah bergaul dengan orang yang suka marah dan cepat naik darah.Nanti engkau meniru dia,dan tidak bisa lagi menghilangkan kebiasaan itu.
3
Janganlah berjanji untuk menanggung utang orang lain.*Nanti jika engkau tidak sanggup melunasinya tempat tidurmupun akan disita.
4
Janganlah sekali-kali memindahkan batas tanah yang sudah ditetapkan oleh nenek moyangmu.
5
Pernahkah engkau melihat orang yang cakap melakukan pekerjaannya?.Orang itu akan dipekerjakan di istana raja-raja, bukan dirumah orang biasa.
6
Jika engkau duduk makan dengan seorang pembesar, ingatlah siapa dia. Bila engkau mempunyai nafsu makan yang besar tahanlah keinginanmu itu.Jangan rakus akan makanan enak yang dihidangkannya, barangkali ia hendak menjebak engkau.
7
Janganlah bersusah payah untuk menjadi kaya. Batalkan niatmu itu. Sebab, dalam sekejap saja hartamu bisa lenyap, seolah-olah ia bersayap dan terbang ke angkasa seperti burung rajawali.
8
Jangan makan bersama orang kikir. Jangan pula ingin akan makannya yang lezat. Sebab, ia akan berkata “ Mari makan; silahkan tambah lagi” padahal maksudnya bukan begitu. Ia bermulut manis, tapi hatinya lain. Nanti apa yang sudah kautelan kaumuntahkan kembali, dan semua kata-katamu yang manis kepadanya tak ada gunanya.
9
Janganlah menasihati orang bodoh , ia tidak akan menghargai nasihatmu itu.
10
Jangan sekali-kali memindahkan batas tanah warisan atau mengambil tanah kepunyaan yatim piatu. Sebab , Tuhan adalah pembela yang kuat dialah yang akan membela mereka melawan engkau
11
Perhatikanlah ajaran gurumu dan belajarlah sebanyak mungkin
12
Janganlah segan-segan mendidik anakmu. Jika engkau memukul dia dengan rotan ia tak akan mati malah akan selamat.
13
Anakku, aku senang sekali kalau engkau bijaksana. Aku bangga bila mendengar engkau mengucapkan kata-kata yang tepat.
14
Janganlah iri hati kepada orang berdosa. Taatlah selalu kepada Allah supaya masa depanmu terjamin, dan harapanmu tidak hilang.
15
Dengarkanlah anakku. Jadilah bijaksana. Perhatikanlah sungguh-sungguh cara hidupmu. Janganlah bergaul dengan pemabuk atau orang rakus. Sebab mereka akan menjadi miskin . Jika engkau tidur saja, maka tak lama lagi engkau akan berpakaian compang-camping.
16
Taatilah Ayahmu; Sebab , tanpa dia engkau tidak ada, Apabila ibumu sudah tua, tunjukkanlah bahwa engkau menghargai dia. Ajaran yang benar, hikmat, didikan, dan pengertian – semuanya itu patut dibeli, tetapi terlalu berharga untuk di jual. Seorang ayah akan gembira kalau anaknya mempunyai budi pekerti yang baik; ia akan bangga kalau anaknya bijaksana. Semoga ayah ibumu bangga terhadapmu ; semoga bahagialah wanita melahirkan engkau.
17
Perhatikanlah baik-baik dan contohilah hidupmu, anakku. Perempuan nakal yang melacur adalah perangkap yang berbahaya. Mereka menghadang seperti perampok dan membuat banyak laki-laki berzina.
18.
Tahukah engkau apa yang terjadi pada orang yang minum anggur terlalu banyak, dan sering mengecap minuman keras? Orang itu sengsara dan menderita. Ia selalu bertengkar dan mengeluh. Matanya merah dan badannya luka-luka, padahal semua itu dapat dihindarinya. Janganlah membiarkan anggur menggodamu, sekalipun warnanya sangat menarik dan nampaknya berkilauan dalam gelas serta mengalir masuk dengan nikmat kedalam tenggorokan. Esok paginya engkau merasa seperti telah dipagut ular berbisa. Matamu berkunang-kunang , pikiranmu kacau dan mulutmu mengoceh. Engkau merasa seperti berada pada ujung tiang kapal di tengah lautan, kepalamu pusing dan engkau terhuyung-huyung . Lalu kau akan berkata “ Rupanya aku dipukul dan di tampar orang , tetapi aku tak dapat mengingat apa yang telahterjadi . Aduh aku ngantuk sekali aku perlu minum lagi.
19
Janganlah iri kepada orang jahat , dan jangan ingin berkawan dengan mereka . Mereka hanya memikirkan kekejaman dan hanya membicarakan apa yang mencelakakan
20
Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian. Dan apabila ada pengetahuan , maka kamar-kamarnya akan terisi lengkap dengan barang-barang berharga dan indah.
21
Orang bijaksana lebih berwibawa daripada orang kuat; pengetahuan lebih penting daripada tenaga. Karena sebelum bertempur harus ada rencana yang matang dahulu, dan semakin banyak penasehat, semakin besar kemungkinan akan menang.
22.
Orang bodoh tidak dapat menyelami hikmat. Ia tidak dapat berkata apa-apa kalau orang sedang membicarakan hal-hal penting.
23
Orang yang selalu merencanakan kejahatan, akan disebut perusuh. Setiap siasat orang bodoh adalah dosa. Orang yang selalu mencela orang lain, tidak disenangi oleh siapapun
24
Jika engkau putus Asa dalam keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah.
25
Jangan ragu-ragu membebaskan orang yang sudah dijatuhi hukuman mati; selamatkanlah orang yang sedang digiring ke tempat pegantungan. Boleh saja kau berkata Itu bukan urusanku. Tetapi Allah mengawasi engkau. Ia mengetahui dan mengadili pikiranmu. Ia membalas manusia menurut perbuatannya.
26.
Anakku, makanlah madu sebab itu baik. Sebagaimana madu dari sarang lebah, manis untuk dimakan, begitu pula hikmat baik untuk jiwamu. Jika engkau bijaksana, cerahlah masa depanmu.
27
Janganlah seperti orang jahat yang bersepakat merampok orang jujur dan merampas rumahnya. Sebab sekalipun orang jujur jatuh berkali-kali, selalu ia akan bangun kembali. Tetapi sebaliknya, orang jahat akan hancur lebur oleh malapetaka
28
Janganlah senang kalau musuhmu celaka, dan janganlah gembira kalau ia jatuh. Sebab Tuhan akan melihat perbuatanmu itu dan menilainya jahat, lalu tidak lagi menghukum musuhmu.
29
Jangan jengkel atau iri kepada orang jahat . Orang jahat tidak punya masa depan dan tidak punya harapan.
30
Anakku , takutlah kepada Tuhan, dan hormatilah raja. Jangan ikut-ikutan dengan orang yang menentang mereka. Orang semacam itu bisa hancur dalam sekejap, karena bencana yang ditimbulkan Allah atau raja bukanlah perkara kecil.
Tambahan:
Pendapat yang diutarakan dengan tepat pada waktunya seperti buah emas di dalam pinggan perak.Janji-janji yang tidak diwujudkan,bagaikan awan dan angin yang tidak menurunkan hujan. Kesabaran disertai kata-kata yang ramah , dapat meyakinkan orang yang berkuasa dan menghancurkan semua perlawanan
(SUMBER BACAAN : KITAB AMSAL )

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP