BAGAIMANA MENIKMATI PERSAHABATAN JIKA KITA TIDAK PUNYA KEMAMPUAN MENIKMATINYA.
Membina hubungan bukanlah penyelesaian suatu masalah. Persahabatan adalah ganjaran untuk memperoleh kehidupan yang teratur, kekayaan dan kemiskinan dapat dilihat dari tingkat pergaulan ,Sasaran hidup mengerti apa itu kebahagiaan saranya meyakinkan diri sendiri dan orang lain ,tujuan hidup dapat dilihat dari Sasaran dan Sarananya Keyakinan adalah Kunci dari Segala-galanya .(--- Horst S & Djapiter Tinambunan)
Umumnya kita berpikir bahwa persahatan atau pergaulan yang penuh kasih sayang dan saling percaya dapat mengatasi semua kesepian dan keragu-raguan diri. Kita melihat jalinan hubungan yang penuh komitmen sebagai jawaban atas berbagai masalah yang rumit. Itulah sebabnya mengapa kita menempatkan semua hal dalam sebuah " keranjang persahatan " Kita menunggu dari pada bekerja.
Akantetapi, mengawali dengan posisi demikian mengundang kekecewaan. Suatu persahabatan yang baik lebih merupakan hasil daripada penyebab. Seringkali suatu persahabatan adalah ganjaran bagi kita karena berhasil menangani hidup ini dengan cara sedemikian rupa sehingga harga diri rendah, amarah yang ditahan, selalu mencoba menghindar, dan ketidakmampuan untuk berbagi rasa tidak lagi merupakan masalah yang menekan. Suatu Persahabatan tidak datang dan menyembuhkan persoalan kita. Tepatnya kita menyelesaikan persoalan yang ada dan setiap menjalin sebuah persahabatan. Persahabatan muncul setelah berusaha mencarinya.
Seperti halnya kebahagiaan dan harga diri, persahabatan yang berhasil bukanlah hasil akhir. Sebaiknya persahabatan itu merupakan ganjaran dan hasil kehidupan yang mampu menghasilkan hal berharga tersebut, dan mampu meresapinya sebagai bagian dari suatu kebahagiaan.
Persahabatan atau pergaulan yang membuat kita jadi tertekan adalah persahatan yang didasarkan pada perasaan, situasi dan kondisi sehingga sifat reaktif kita akan muncul secara tiba-tiba untuk merespon stimulus , akan tetapi bila persahabatan dibangun dengan " Base on Value " dengan 4 anugerah manusiawi -Kesadaran Diri-Imajinasi-Hati Nurani dan Kehendak bebas maka percayalah persahabtan tersebut akan langgeng dan menjadi Proaktif dan Kekayaan kita.
Umumnya kita berpikir bahwa persahatan atau pergaulan yang penuh kasih sayang dan saling percaya dapat mengatasi semua kesepian dan keragu-raguan diri. Kita melihat jalinan hubungan yang penuh komitmen sebagai jawaban atas berbagai masalah yang rumit. Itulah sebabnya mengapa kita menempatkan semua hal dalam sebuah " keranjang persahatan " Kita menunggu dari pada bekerja.
Akantetapi, mengawali dengan posisi demikian mengundang kekecewaan. Suatu persahabatan yang baik lebih merupakan hasil daripada penyebab. Seringkali suatu persahabatan adalah ganjaran bagi kita karena berhasil menangani hidup ini dengan cara sedemikian rupa sehingga harga diri rendah, amarah yang ditahan, selalu mencoba menghindar, dan ketidakmampuan untuk berbagi rasa tidak lagi merupakan masalah yang menekan. Suatu Persahabatan tidak datang dan menyembuhkan persoalan kita. Tepatnya kita menyelesaikan persoalan yang ada dan setiap menjalin sebuah persahabatan. Persahabatan muncul setelah berusaha mencarinya.
Seperti halnya kebahagiaan dan harga diri, persahabatan yang berhasil bukanlah hasil akhir. Sebaiknya persahabatan itu merupakan ganjaran dan hasil kehidupan yang mampu menghasilkan hal berharga tersebut, dan mampu meresapinya sebagai bagian dari suatu kebahagiaan.
Persahabatan atau pergaulan yang membuat kita jadi tertekan adalah persahatan yang didasarkan pada perasaan, situasi dan kondisi sehingga sifat reaktif kita akan muncul secara tiba-tiba untuk merespon stimulus , akan tetapi bila persahabatan dibangun dengan " Base on Value " dengan 4 anugerah manusiawi -Kesadaran Diri-Imajinasi-Hati Nurani dan Kehendak bebas maka percayalah persahabtan tersebut akan langgeng dan menjadi Proaktif dan Kekayaan kita.




0 komentar:
Posting Komentar