KECEMASAN TERLETAK DIANTARA " KINI " DAN " KEMUDIAN"
KECEMASAN TERLETAK DIANTARA "KINI " DAN " KEMUDIAN "
(--Richard Abell )
Tidak ada orang yang menyukai rasa cemas. Telapak tangan berkeringat, jantung berdebar-debar, sakit kepala ringan yang mengganggu sehingga membuat kita terbangun tengah malam , perut terasa mulas membuat kita sedikit pucat. Namun sesekali merasa cemas tidak saja tidak dapat dihindari, melainkan juga diperlukan.
Apabila tidak ada rasa gelisah, mengapa kita mendorong diri sendiri melangkah maju?
Pertumbuhan rasa harga diri seringkali dipupuk dengan beberapa dosis rasa cemas. Bilamana merasa sangat tidak nyaman, kita cenderung mencari kenyamanan. Seringkali kenyamanan tersebut datang dalam rupa rasa lega yang kita rasakan sewaktu berhenti menunda-nunda.
Mungkin timbul rasa cemas sewaktu menggoreskan pena ke atas kertas, namun kita akan merasa lebih cemas lagi apabila tidak menulis surat yang perlu kita tulis. Selain membuat kita lebih stres dibandingkan dengan berulangkali berlatih minta maaf dalam hati.
Pertumbuhan pribadi memang penuh risiko, perlu energi, dan penuh rasa tidak puas terhadap suatu keadaan yang menetap pada suatu saat tertentu. Apabila hal itu berarti bahwa kita akan sekali waktu tersiksa oleh rasa cemas, maka biarlah demikian. Bilamana kita belajar menerima pesan yang hendak disampaikan oleh rasa cemas ----bahwa kita perlu bangkit dan pergi---maka kecemasan kita akan banyak berkurang.
Saya dapat menyalurkan kecemasan saya menjadi energi yang kreatif dan positif " dengan filosofis "FORGET IT DRIVE ON " .
Apabila tidak ada rasa gelisah, mengapa kita mendorong diri sendiri melangkah maju?
Pertumbuhan rasa harga diri seringkali dipupuk dengan beberapa dosis rasa cemas. Bilamana merasa sangat tidak nyaman, kita cenderung mencari kenyamanan. Seringkali kenyamanan tersebut datang dalam rupa rasa lega yang kita rasakan sewaktu berhenti menunda-nunda.
Mungkin timbul rasa cemas sewaktu menggoreskan pena ke atas kertas, namun kita akan merasa lebih cemas lagi apabila tidak menulis surat yang perlu kita tulis. Selain membuat kita lebih stres dibandingkan dengan berulangkali berlatih minta maaf dalam hati.
Pertumbuhan pribadi memang penuh risiko, perlu energi, dan penuh rasa tidak puas terhadap suatu keadaan yang menetap pada suatu saat tertentu. Apabila hal itu berarti bahwa kita akan sekali waktu tersiksa oleh rasa cemas, maka biarlah demikian. Bilamana kita belajar menerima pesan yang hendak disampaikan oleh rasa cemas ----bahwa kita perlu bangkit dan pergi---maka kecemasan kita akan banyak berkurang.
Saya dapat menyalurkan kecemasan saya menjadi energi yang kreatif dan positif " dengan filosofis "FORGET IT DRIVE ON " .




0 komentar:
Posting Komentar