Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Minggu, 12 Juli 2009

MEMPERMAINKAN KEBENARAN SAMA DENGAN BERMAIN API

Memperlakukan setengah kebenaran sebagai seluruh kebenaran adalah Merusak ( ---Alfred North Whitehead )

Dengan pemikiran, kita dapat dengan mudah melihat beberapa cara yang kita coba untuk menepiskan tanggungjawab. Misalnya, setengah membenarkan setidaknya dapat setengah memuaskan kehormatan kita yang tercabik-cabik. Kita tahu bahwa mengatakan " Saya telah berupaya ", jauh berbeda dengan terus mengakui , namun tidak sekuat tenaga ". Akan tetapi , sejauh mana perbuatan curang kecil-kecilan itu merugikan kita? Seberapa pentingkah?

Masalahnya, mempermainkan kebenaran sama seperti bermain dengan api . Bilamana kejujuran yang hanya setengah-setengah menjadi kebiasaan, kita mungkin bahkan tidak mengetahui bahwa kita kehilangan sesuatu yang baik bersamaan dengan yang buruk.

Berikut ini ada beberapa contoh dari apa yang hilang dari diri kita apabila terbiasa memenggal-menggal kebenaran.: Saya melakukan kesalahan, namun kesalahan satu ini masih lebih baik apabila dibandingkan dengan semua kesalahan saya lainnya " Hidup itu penuh tragedi , namun juga penuh keindahan " "Banyak yang saya ragukan, namun saya yakin akan mampu mengatasi semua itu " " Masa depan tampaknya tidak menentu , namun saya akan mampu menghadapinya bila waktunya tiba " Keseluruhan kebenaran adalah satusatunya kebenaran yang ada.Kurang dari itu dapat lebih merugikan ketimbang menyelamatkan.

Setelah rasa harga diri saya tumbuh, saya mampu mengatakan kebenaran seutuhnya.

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP