PENGUNGKAPAN JATIDIRI MERUPAKAN LANGKAH PERTAMA MENUJU PENGHARGAAN TERHADAP DIRI SENDIRI
Seberapa banyak beban orang akan berkurang di saat ia memutuskan menjadi seseorang, bukan menjadi sesuatu( ----Coco Chanel)
Anak kecil belajar berjalan ingin mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh " Anak Besar " berusia enam atau tujuh tahun .Anak usia sepuluh tahun ingin menjadi seperti anak remaja.
Mengagumi, membanding-bandingkan , meniru adalah kegiatan dari proses perkembangan. Kita ingin menjadi sebesar, secantik, sekuat, atau hanya sekedar mengagumkan seperti " mereka" , seperti panutan kita. Kita berusaha sebisanya mencocokkan diri dengan cetakan tersebut. Begitulah cara anak belajar dan tumbuh.
Akan tetapi, orang dewasa berhenti belajar dan tumbuh di saat mencoba menjadi seperti orang lain ketimbang menjadi dirinya sendiri. Sewaktu meniru kepribadian, perangai, atau gaya orang lain ; kita tidak menghiraukan keunikan yang kita miliki. Di saat mengubah diri menjadi " persis seperti " seseorang atau suatu kelompok dalam kebutuhan mereka untuk diterima dan mencoba "persis sperti" orang lain , kita meremehkan potensi yang ada.
Realisasi Diri bukanlah produk samping suatu kegiatan ataupun hasil pemaduan berbagai potongan peniruan yang tidak diharapkan . Siapa diri kita sebenarnya yang mampu menjadi individu yang tersendiri dan tidak dapat ditiru .
Tindakan yang diperlukan dalam pencarian Jatidiri yang sebenarnya serta tidak dapat ditiru orang lain itu tidak saja memberikan gengsi, namun juga merupakan petualangan besar , karena kita masing-masing merupakan " seseorang dan satusatunya orang " yang dapat hadir secara unik serta memberikan sumbangan yang sangat unik pula.
Pengungkapan jatidiri merupakan langkah awalmenuju penghargaan terhadap diri sendiri.
Selanjutnya silahkan Baca dan Miliki Buku Manajemen Jatidiri " dengan Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati " dari Gramedia Indonesia
Pengarang : Djapiter Tinambunan.
Mengagumi, membanding-bandingkan , meniru adalah kegiatan dari proses perkembangan. Kita ingin menjadi sebesar, secantik, sekuat, atau hanya sekedar mengagumkan seperti " mereka" , seperti panutan kita. Kita berusaha sebisanya mencocokkan diri dengan cetakan tersebut. Begitulah cara anak belajar dan tumbuh.
Akan tetapi, orang dewasa berhenti belajar dan tumbuh di saat mencoba menjadi seperti orang lain ketimbang menjadi dirinya sendiri. Sewaktu meniru kepribadian, perangai, atau gaya orang lain ; kita tidak menghiraukan keunikan yang kita miliki. Di saat mengubah diri menjadi " persis seperti " seseorang atau suatu kelompok dalam kebutuhan mereka untuk diterima dan mencoba "persis sperti" orang lain , kita meremehkan potensi yang ada.
Realisasi Diri bukanlah produk samping suatu kegiatan ataupun hasil pemaduan berbagai potongan peniruan yang tidak diharapkan . Siapa diri kita sebenarnya yang mampu menjadi individu yang tersendiri dan tidak dapat ditiru .
Tindakan yang diperlukan dalam pencarian Jatidiri yang sebenarnya serta tidak dapat ditiru orang lain itu tidak saja memberikan gengsi, namun juga merupakan petualangan besar , karena kita masing-masing merupakan " seseorang dan satusatunya orang " yang dapat hadir secara unik serta memberikan sumbangan yang sangat unik pula.
Pengungkapan jatidiri merupakan langkah awalmenuju penghargaan terhadap diri sendiri.
Selanjutnya silahkan Baca dan Miliki Buku Manajemen Jatidiri " dengan Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati " dari Gramedia Indonesia
Pengarang : Djapiter Tinambunan.




0 komentar:
Posting Komentar