PERDAGANGAN (BISNIS) TANPA MORALITAS (ETIKA) BERADA DIAMBANG KEHANCURAN
Menurut Mahatma Gandhi Salah Satu DARI 7 DOSA BESAR adalah PERDAGANGAN TANPA MORALITAS (ETIKA)
Dalam bukunya " Moral Sentiments yang mendahului Wealth of Nations, Adam Smith menjelaskan betapa mendasarnya dasar moral bagi keberhasilan sistim kita ; bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, semangat untuk berbuat baik, semangat untuk melayani dan semangat untuk memberi bantuan yang membutuhkan pertolongan kita. Apabila mengabaikan dasar moral dan membiarkan sistim ekonomi berjalan tanpa dasar moral dan tanpa pendidikan yang berkesinambungan , kita akan segera membentuk masyarakat dan bisnis yang tidak bermoral dan diambang kehancuran
CONTOH KASUS:
Seseorang yang telah bekerja 5 tahun sebagai Direktur Etika di sebuah perusahaan Kedirgantaraan yang besar. Akhirnya meletakkan jabatan sebagai protes dan meninggalkan perusahaan tersebut , walupun risikonya dia harus kehilangan mata pencaharian. Adapun alasan utama mengapa dia keluar adalah karena perusahaannya berusaha melayani Customer dengan baik dan ramah sementara karyawannya tersiksa/dibegal alias melarat dimana KP=Kemampuan Produksi dibandingkan dengan P=Produksi berjalan secara tidak seimbang. Artinya perusahaan tersebut mengutamakan hasil produksi sementara karyawannya tidak diperhatikan pendidikan dan ketrampilannya dalam bekerja, dan bila mengajukan training meningkatkan ketrampilan dianggapnya menjadi beban / cost dan bukan sebagai aset dengan kata lain perusahaan mengorbankan jangka panjang untuk keperluan jangka pendek.
Produksi adalah jangka pendek ,tetapi kemampuan untuk menghasilkan produksi adalah merupakan jangka panjang.
Dan seharusnya kemampuan untuk memproduksi yaitu pekerja dan mesin harus dipelihara dan seimbang dengan usaha meningkatkan produksi yaitu melayani customer dengan baik.
Sekarang pertanyaan bagi kita seberapa banyakkah perusahaan di negri ini melakukan seperti contoh tersebut? , dan bagaimana dengan Pilpres dan Legislatif yang lalu dapat kah dikategorikan Pemilu yang kurtang / tidak bermoral , apalagi adanya penemuan kecurangan bahkan keputusan yang berubah-ubah (KPU-MK dan MA seuanya berdiri sendiri lantas siapa yang paling benar) kemudian bila ada kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam hal ini KPU untuk mementingkan jangka pendek Jadi Presiden dan Anggota DPR dibanding jangka Panjang Akuntabilitas Negara Kita ? Apa yang harus kita tempuh? . Mari kita sama-sama memperbaiki keadaan ini dengan arif dan bijaksana " Katakan Salah Bila Salah dan Katakan Benar bila memang Benar " marikita memperbaikinya dan belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat. Hal-hal yang disenangi olah Allah dan Berkenan kepada orang tersebut adalah orang yang : 1.Rendah hati , 2.Takut Akan Allah dan 3.Mau mengakui Kesalahan
Demikianlah sedikit Sahring kami dari Grup Jatidri Centered .SEMANGAT PAGI dan Gbu
NB
Dan bila anda ingin melihat 6 Dosa lainnya menurut Mahatma Gandhi silahkan miliki baca buku Manajemen Jatidiri " Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati " ada di Gramedia Indonesia, dan langsung buka Halaman 78.
Dalam bukunya " Moral Sentiments yang mendahului Wealth of Nations, Adam Smith menjelaskan betapa mendasarnya dasar moral bagi keberhasilan sistim kita ; bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, semangat untuk berbuat baik, semangat untuk melayani dan semangat untuk memberi bantuan yang membutuhkan pertolongan kita. Apabila mengabaikan dasar moral dan membiarkan sistim ekonomi berjalan tanpa dasar moral dan tanpa pendidikan yang berkesinambungan , kita akan segera membentuk masyarakat dan bisnis yang tidak bermoral dan diambang kehancuran
CONTOH KASUS:
Seseorang yang telah bekerja 5 tahun sebagai Direktur Etika di sebuah perusahaan Kedirgantaraan yang besar. Akhirnya meletakkan jabatan sebagai protes dan meninggalkan perusahaan tersebut , walupun risikonya dia harus kehilangan mata pencaharian. Adapun alasan utama mengapa dia keluar adalah karena perusahaannya berusaha melayani Customer dengan baik dan ramah sementara karyawannya tersiksa/dibegal alias melarat dimana KP=Kemampuan Produksi dibandingkan dengan P=Produksi berjalan secara tidak seimbang. Artinya perusahaan tersebut mengutamakan hasil produksi sementara karyawannya tidak diperhatikan pendidikan dan ketrampilannya dalam bekerja, dan bila mengajukan training meningkatkan ketrampilan dianggapnya menjadi beban / cost dan bukan sebagai aset dengan kata lain perusahaan mengorbankan jangka panjang untuk keperluan jangka pendek.
Produksi adalah jangka pendek ,tetapi kemampuan untuk menghasilkan produksi adalah merupakan jangka panjang.
Dan seharusnya kemampuan untuk memproduksi yaitu pekerja dan mesin harus dipelihara dan seimbang dengan usaha meningkatkan produksi yaitu melayani customer dengan baik.
Sekarang pertanyaan bagi kita seberapa banyakkah perusahaan di negri ini melakukan seperti contoh tersebut? , dan bagaimana dengan Pilpres dan Legislatif yang lalu dapat kah dikategorikan Pemilu yang kurtang / tidak bermoral , apalagi adanya penemuan kecurangan bahkan keputusan yang berubah-ubah (KPU-MK dan MA seuanya berdiri sendiri lantas siapa yang paling benar) kemudian bila ada kecurangan yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam hal ini KPU untuk mementingkan jangka pendek Jadi Presiden dan Anggota DPR dibanding jangka Panjang Akuntabilitas Negara Kita ? Apa yang harus kita tempuh? . Mari kita sama-sama memperbaiki keadaan ini dengan arif dan bijaksana " Katakan Salah Bila Salah dan Katakan Benar bila memang Benar " marikita memperbaikinya dan belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat. Hal-hal yang disenangi olah Allah dan Berkenan kepada orang tersebut adalah orang yang : 1.Rendah hati , 2.Takut Akan Allah dan 3.Mau mengakui Kesalahan
Demikianlah sedikit Sahring kami dari Grup Jatidri Centered .SEMANGAT PAGI dan Gbu
NB
Dan bila anda ingin melihat 6 Dosa lainnya menurut Mahatma Gandhi silahkan miliki baca buku Manajemen Jatidiri " Tujuh Sasaran Delapan Langkah Menggali Kepribadian Unggul Manusia Sejati " ada di Gramedia Indonesia, dan langsung buka Halaman 78.
Label:
JATIDIRI CENTERED




0 komentar:
Posting Komentar