PIKIRAN KITA MENETUKAN SEGALAGALANYA MENANG ATAU KALAH
Kita tidak mungkin menang apabila menginginkan kekalahan ( ---- J W. Wheeler )
Adakah sesuatu yang kita pikir sebagai sesuatu yang kita inginkan ternyata berbeda dari keinginan kita yang sebenarnya. Siapa ingin kalah?. Bilamana keberhasilan berarti kemenangan, maka siapa akan memilih kekalahan yang dapat membuat rasa harga diri semakin rendah?. Siapa akan berbuat seperti itu, apabila kekalahan membuatnya merasa nyaman.
Disebabkan oleh berbagai alasan turun temurun yang kuat, maka banyak dari antara kita yang diprogram untuk kalah. Tentu saja dorongan ini ada dibawah sadar . Meskipun niat kita baik , pemograman tersebut bertalu-talu dalam benak kita -- " Kau tidak pantas menerima sebanyak itu ", Hasilnya tidak pernah lebih baik dari pada itu " , Kau pikir siapa dirimu mencoba akan berhasil ? ----- sama seperti detak jantung mental yang teratur. Apabila relnya menuju tempat pemberhentian terakhir dan kereta api berada diatas rel tersebut, kemana kereta tersebut akan menuju? . Hanya ada satu jawaban ..
Dalam perjalanan meningkatkan rasa harga diri, kita seringkali mendapati bahwa diri kita berada di jalur lain dan terhenti. Bilamana segala upaya terbaik menemui perlawanan yang mengejutkan , maka kita akan bingung. Penyebabnya mungkin sekali adalah kita bertempur melawan berbagai sikap mental yang telah mendarah daging ketimbang menghadapi kendala dari luar . Seringkali kita perlu memprogram ulang . Sebagai awal yang baik, lakukan penegasan sehari-hari seperti " Saya patut berhasil seperti siapapun "
Hanya dengan membayangkan diri saya berada dalam lingkaran pemenang , maka kemungkinan untuk menang dapat terwujud.
Stephen R Covey dalam bukunya 7 Habits mengatakan :
Tanam Pikiran Petiklah Tindakan
Tanam Tindakan Petiklah Kebiasaan
Tanam Kebiasaan Petiklah Karakter
Tanam Karakter Petiklah Nasib
Nasib kita ditentukan oleh Pikiran kita selama kita tidak pernah memikirkan berkeluarga maka selamanya kita tidak akan pernah memiliki anak kandung sendiri.
Sekarang sejauh mana kita menanamkan pikiran kita kedalam alam bawah sadar kita dan input apa yang kita berikan padanya ?, maka sejauh itu jugalah hasil yang akan kita capai di dalam alam sadar kita.
Jangan pernah berhenti menabur , karena kita akan menuai apa yang kita tabur.
Silahkan miliki segera Buku Manajemen Jatidiri dari Gramedia Indonesia. atau lihat materi ini di Jatidir Centered : http://manajemen-jatidiri.blogspot.com jangan lewatkan kesempatan berbisnis dalam blogger tersebut mudah-mudahan anda yang akan menjadi pemenangya kelak Amin. GBU
Disebabkan oleh berbagai alasan turun temurun yang kuat, maka banyak dari antara kita yang diprogram untuk kalah. Tentu saja dorongan ini ada dibawah sadar . Meskipun niat kita baik , pemograman tersebut bertalu-talu dalam benak kita -- " Kau tidak pantas menerima sebanyak itu ", Hasilnya tidak pernah lebih baik dari pada itu " , Kau pikir siapa dirimu mencoba akan berhasil ? ----- sama seperti detak jantung mental yang teratur. Apabila relnya menuju tempat pemberhentian terakhir dan kereta api berada diatas rel tersebut, kemana kereta tersebut akan menuju? . Hanya ada satu jawaban ..
Dalam perjalanan meningkatkan rasa harga diri, kita seringkali mendapati bahwa diri kita berada di jalur lain dan terhenti. Bilamana segala upaya terbaik menemui perlawanan yang mengejutkan , maka kita akan bingung. Penyebabnya mungkin sekali adalah kita bertempur melawan berbagai sikap mental yang telah mendarah daging ketimbang menghadapi kendala dari luar . Seringkali kita perlu memprogram ulang . Sebagai awal yang baik, lakukan penegasan sehari-hari seperti " Saya patut berhasil seperti siapapun "
Hanya dengan membayangkan diri saya berada dalam lingkaran pemenang , maka kemungkinan untuk menang dapat terwujud.
Stephen R Covey dalam bukunya 7 Habits mengatakan :
Tanam Pikiran Petiklah Tindakan
Tanam Tindakan Petiklah Kebiasaan
Tanam Kebiasaan Petiklah Karakter
Tanam Karakter Petiklah Nasib
Nasib kita ditentukan oleh Pikiran kita selama kita tidak pernah memikirkan berkeluarga maka selamanya kita tidak akan pernah memiliki anak kandung sendiri.
Sekarang sejauh mana kita menanamkan pikiran kita kedalam alam bawah sadar kita dan input apa yang kita berikan padanya ?, maka sejauh itu jugalah hasil yang akan kita capai di dalam alam sadar kita.
Jangan pernah berhenti menabur , karena kita akan menuai apa yang kita tabur.
Silahkan miliki segera Buku Manajemen Jatidiri dari Gramedia Indonesia. atau lihat materi ini di Jatidir Centered : http://manajemen-jatidiri.blogspot.com jangan lewatkan kesempatan berbisnis dalam blogger tersebut mudah-mudahan anda yang akan menjadi pemenangya kelak Amin. GBU




0 komentar:
Posting Komentar