DOA DIMULAI DI SAAT KEKUATAN KITA HILANG
BERSUKACITALAH DALAM PENGHARAPAN, SABARLAH DALAM KESESAKAN , DAN BERTEKUNLAH BERDOA.
Berdoa adalah berhubungan langsung dengan Sang Pencipta Alam Semesta.
Kita perlu berdoa dan harus dilakukan terus-menerus. Alasannya , sebagaimana dialami berjutajuta manusia, semua kesulitan dan rintangan yang harus diatasi kadang-kadang terlalu besar bagi kita untuk diatasi sendiri. Ibarat harus memindahkan batu karang, kita tidak dapat memindahkannya sendiri, hanya satu yang dapat dilakukan, carilah bantuan.
Doa merupakan tindakan menjangkau kekuatan yang lebih besar dari kekuatan kita . Ibarat menyalakan tombol lampu atau menarik mobil yang mogok, berdoa membuat kita bekerja lebih baik. Begitu pula dengan rekonstruksi pribadi, paling tidak pada awalnya, kita harus membersihkan diri dari semua kebiasaan berpikir buruk dari sisi pembangunan.
Takut ditolak atau merasa gagal, sulit belajar merasakan atau mengungkapkan persasaan, kebiasaan yang tidak diinginkan yang tergores sedalam garis ketuaan pada wajah orang tua---semuanya harus dihadapi. Beribukali, mereka mungkin telah dipandang, diakui dan kemudian dijauhi. Mereka tetap di tempat dan tidak mau pindah, merintangi jalan lain, menuggu kita meminta bantuan Tuhan. Kesabaran dan penguasaan diri adalah merupakan kunci dari implementasi doa yang kita lantumkan, apakah diterima , ditolak , ditunda atau diberikan bentuk konpensasi inilah kukuatan kita untuk menguji kesabaran dan penguasaan diri Raja Salomo mengatakan : Orang Sabar Melebihi Seorang Pahlawan, dan Orang menguasai Dirinya Melebihi orang yang merebut kota.
Kekuatan kita tidak memadai , Kita tidak menyangkal bahwa kita memerlukan bantuan.
Berdoa adalah berhubungan langsung dengan Sang Pencipta Alam Semesta.
Kita perlu berdoa dan harus dilakukan terus-menerus. Alasannya , sebagaimana dialami berjutajuta manusia, semua kesulitan dan rintangan yang harus diatasi kadang-kadang terlalu besar bagi kita untuk diatasi sendiri. Ibarat harus memindahkan batu karang, kita tidak dapat memindahkannya sendiri, hanya satu yang dapat dilakukan, carilah bantuan.
Doa merupakan tindakan menjangkau kekuatan yang lebih besar dari kekuatan kita . Ibarat menyalakan tombol lampu atau menarik mobil yang mogok, berdoa membuat kita bekerja lebih baik. Begitu pula dengan rekonstruksi pribadi, paling tidak pada awalnya, kita harus membersihkan diri dari semua kebiasaan berpikir buruk dari sisi pembangunan.
Takut ditolak atau merasa gagal, sulit belajar merasakan atau mengungkapkan persasaan, kebiasaan yang tidak diinginkan yang tergores sedalam garis ketuaan pada wajah orang tua---semuanya harus dihadapi. Beribukali, mereka mungkin telah dipandang, diakui dan kemudian dijauhi. Mereka tetap di tempat dan tidak mau pindah, merintangi jalan lain, menuggu kita meminta bantuan Tuhan. Kesabaran dan penguasaan diri adalah merupakan kunci dari implementasi doa yang kita lantumkan, apakah diterima , ditolak , ditunda atau diberikan bentuk konpensasi inilah kukuatan kita untuk menguji kesabaran dan penguasaan diri Raja Salomo mengatakan : Orang Sabar Melebihi Seorang Pahlawan, dan Orang menguasai Dirinya Melebihi orang yang merebut kota.
Kekuatan kita tidak memadai , Kita tidak menyangkal bahwa kita memerlukan bantuan.




0 komentar:
Posting Komentar