Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Sabtu, 08 Agustus 2009

DUNIA INI ADALAH DUNIA KOMPENSASI , MANFAATKAN KESEIMBANGAN MANUSIA SEJATI

DUNIA INI ADALAH DUNIA KOMPENSASI , MANFAATKAN KESEIMBANGAN MANUSIA SEJATI ( Abraham Lincoln & Djapiter Tinambunan)

Beberapa orang telah memutuskan ,sejak awal hidupnya bahwa satu-satunya cara memasuki lingkungan pemenang adalah dengan membebani orang lain. Sementara itu , orang lain hanya menyerah setelah beberapa tahun merasakan kemunduran dan kekecewaan. Namun tiap kasus ada batasnya, biasanya pada tingkat jauh dibawah sadar, saat kita berpaling kepada orang lain untuk melakukannya bagi kita. Apabila kita tidak mampu mendapatkan kemenangan pribadi , kita memutuskan untuk membonceng kemuliaan orang lain. Yaitu ketika status orang lain -- orangtua pasangan, atau bahkan anak kita -- menjadi lebih penting bagi kita ketimbang status kita sendiri.
Memang tidah aneh rasanya apabila kita melihat " para orangtua panggung" meninggalkan atau melalaikan urusan mereka sendiri demi masa depan puteranya dibidang olahraga atau prospek putrinya dibidang seni tari. Atau melihat seorang pria dewasa membatasi dirinya agar dapat lebih berhasil dalam menjadi seorang ayah. Atau seorang isteri bersembunyi di balik bayangan suaminya . Akan tetapi meletakkan semua harapan dan impian kita kedalam tangan orang lain hanya akan lebih membebani harga diri kita sendiri. Tindakan tersebut tidak saja membebani orang lain yang kita harapkan untuk memikul beban kita secara tidak adil ; melainkan juga imbalan yang kita peroleh dari tindakan tersebut akan selalu merupakan imbalan yang tidak langsung.
Memanfaatkan hubungan kita dengan orang lain untuk membuat kita tampak hebat , biasanya membuat kita merasa tidak enak. Selain membawakan kantong belanja , kita tidak berhak memanfaatkan anak kita. Kita juga bukan orang dewasa yang dewasa dan bertanggungjawab apabila membonceng nama orangtua atau pasangan kita.Harga diri selalu dijabarkan dengan , sejauhmana kita membuat keseimbangan dalam kehidupan kita sehari-hari , dan mempunyai pandangan kelimpahruahan artinya cukup untuk semua orang, dan inilah yang menjadi sorotan dan perhatian publik.
Tidak seorangpun dapat meraih potensi yang kita miliki . yang secara unik kita mampu meraihnya.
Dan keseimbangan yang dimiliki manusia sejati adalah kemampuan untuk menseimbangkan " fire spirit" melalui Spiritual Capital, Social Capital, Intellectual Capital dan Physical Capital .

Rumusan Semangat yang membara ( Fire Spirit) silahkan baca buku Manajemen Jatidiri halaman : 179.
Salam Jatidiri dan SEMANGAT PAGI ANGGOTA JATIDIRI CENTERED

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP