MENGATASI KONFLIK NEGARA KE ARAH YANG LEBIH DAMAI DAN BERSINERGI
Persoalan-Persoalan yang kita hadapi pada saat ini tidak dapat diselesaikan dengan pola pikir yang sama pada saat kita membuatnya, maka rubahlah Paradigma ( Albert Einstain)
Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden sudah selesai kita laksanakan, dalam perjalanannya banyak liku-liku yang unik kita lalui , sebagai warna dari masing-masing kontestan , sudah barang tentu dalam perjalanan pemilu lalu ada yang gembira, ada yang sedih dan ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang stres.
Apapun hasil dari semua perjalanan tersebut bila kita berpedoman pada pernyataan Albert Einstain tersebut diatas, maka sudah sewajarnya kita merubah paradigma kita, karena apa yang kita cita-citakan mungkin tidak menjadi kenyataan.
Dari hasil Pemilu sudah kita lihat dan diumumkan oleh KPU , sudah barang tentu ada yang kecewa dan ada yang gembira, dan semuanya dapat kita lihat dari tiga calon Presiden , namun apapun hasilnya harus kita terima dengan hati yang tulis. Menerima dengan hati yang tulus bukan berarti kita setuju tentang adanya kekeliruan-kekeliruan yang dibuat oleh yang berwewenang ,tapi dengan jiwa besar untuk kepentingan Negara dan Bangsa yang lebih besar.
Presiden SBY-Budiono adalah pihak yang bersukacita, dan pihak Mega-Bowo dan JK-Wiranto adalah pihak yang kecewa dan kalah dalam pemilu tersebut.
Sekarang kita telah melihat penetapan KPU tentang Pemenang, kemudian dari Pihak Mega -Bowo dan JK-Wiranto ingin adanya keterbukaan Pemilu dan kejujuran dimana menurut mereka ada ketidak jujuran dalam penyelenggaraan Pemilu tersebut, dan masalahnya telah disampaikan kepada mahkamah Konstitusi ( MK).
Apakah kepusan MK nanti tentang gugatan kedua Capres Yang Kurang beruntung, mari kita tunggu keputusan yang bijak dari Mahkamah Konstirusi
Setelah melihat permasalahan tersebut , kami dari Dari Jatidir Centered mengajukan pemikiran-pemikiran menghadapi hal-hal tersebut , antara lain :
1.Mari kita pedomani pernyataan Albert Einstain diatas.merubah paradigma bila apa yang kita inginkan belum menjadi kenyataan.
2.Keputusan MK kita hormati dengan baik sebagai komitmen kita mengangkat Mahkamah Konstitusi yang paling tinggi di Negara ini.
3.Misalnya ada kekeliruan-kekeliruan dalam peneyelenggaraan pemilu lalu sudah sewajarnya Lembaga Komisi Pemilihan Umum ( KPU), meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan-kesalahan seperti DPT, Menconterng 2x dan lain-lain, sehingga dengan demikian akan terjadi rekonsiliasi antara pemerintah dengan Rakyat Indonesia.
4.Pihak Pemerintah Yang syah saat ini Pak SBY dan JK melengkapi pernyataan KPU tersebut sehingga rakyat semakin tulus untuk memaafkannya.
Apabila hal ini telah dilaksanakan maka keputusan MK seharusnya mendukung rekonsiliasi yang di sponsori oleh KPU dan Pemerintah kepada Rakyat Indonesia.
Dan selanjutnya Capres yang tidak terpilih , memberikan selamat kepada Calon yang terpilih dan selanjiutnya bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Negara Republik yang kita cintai ini.
Apabila dalam negara kita ini sudah terjadi saling memaafkan atas kekurangan-kekurangan yang kita perbuat , maka kita yakin bahwa Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang akan melimpahkan rachmatNya kepada Bangsa dan negara kita.
Seperti Tulisan Jatidiri Centered tgl 5-Agustus-2009, Ahab berbuat curang dan Allah telah menjatuhkan hukuman yang berat Sampai Mati semua anaknya laki-laki dimakan Anjing dan Burung, namun keputusan Allah dapat diubah kembali hanya karena Ahab mau mengakui kesalahannya dan berkabung dengan perbuatannya yang tidak terpuji tersebut ( Serakah dengan harta /kebunanggur Nabot dekat dengan Istananya)
Dari contoh tersebut marilah kita terapkan di Negara Republik Indonesa yang kita cintai ini " Mau mengakui kesalahan-kesalahan yang kita perbuat terutama dalam penyelenggaraan Pemilu Lalu" sehingga Negara Kita semakin maju dan makmur karena diberkati Oleh Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, setelah melihat para pimpinannya berdamai ria dan saling menuatkan antara yang satu dengan yang lainnya .
Demikianlah sedikit diskusi kita tentang mengatasi konflik horizontal dalam Pemilu lalu, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini dapat membantu semua pihak dalam menngatasi masalah-masalah yang kita hadapi saat ini.
Salam dari Jatidiri dan SEMANGAT PAGI RAKYAT INDONESIA.
Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden sudah selesai kita laksanakan, dalam perjalanannya banyak liku-liku yang unik kita lalui , sebagai warna dari masing-masing kontestan , sudah barang tentu dalam perjalanan pemilu lalu ada yang gembira, ada yang sedih dan ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang stres.
Apapun hasil dari semua perjalanan tersebut bila kita berpedoman pada pernyataan Albert Einstain tersebut diatas, maka sudah sewajarnya kita merubah paradigma kita, karena apa yang kita cita-citakan mungkin tidak menjadi kenyataan.
Dari hasil Pemilu sudah kita lihat dan diumumkan oleh KPU , sudah barang tentu ada yang kecewa dan ada yang gembira, dan semuanya dapat kita lihat dari tiga calon Presiden , namun apapun hasilnya harus kita terima dengan hati yang tulis. Menerima dengan hati yang tulus bukan berarti kita setuju tentang adanya kekeliruan-kekeliruan yang dibuat oleh yang berwewenang ,tapi dengan jiwa besar untuk kepentingan Negara dan Bangsa yang lebih besar.
Presiden SBY-Budiono adalah pihak yang bersukacita, dan pihak Mega-Bowo dan JK-Wiranto adalah pihak yang kecewa dan kalah dalam pemilu tersebut.
Sekarang kita telah melihat penetapan KPU tentang Pemenang, kemudian dari Pihak Mega -Bowo dan JK-Wiranto ingin adanya keterbukaan Pemilu dan kejujuran dimana menurut mereka ada ketidak jujuran dalam penyelenggaraan Pemilu tersebut, dan masalahnya telah disampaikan kepada mahkamah Konstitusi ( MK).
Apakah kepusan MK nanti tentang gugatan kedua Capres Yang Kurang beruntung, mari kita tunggu keputusan yang bijak dari Mahkamah Konstirusi
Setelah melihat permasalahan tersebut , kami dari Dari Jatidir Centered mengajukan pemikiran-pemikiran menghadapi hal-hal tersebut , antara lain :
1.Mari kita pedomani pernyataan Albert Einstain diatas.merubah paradigma bila apa yang kita inginkan belum menjadi kenyataan.
2.Keputusan MK kita hormati dengan baik sebagai komitmen kita mengangkat Mahkamah Konstitusi yang paling tinggi di Negara ini.
3.Misalnya ada kekeliruan-kekeliruan dalam peneyelenggaraan pemilu lalu sudah sewajarnya Lembaga Komisi Pemilihan Umum ( KPU), meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kesalahan-kesalahan seperti DPT, Menconterng 2x dan lain-lain, sehingga dengan demikian akan terjadi rekonsiliasi antara pemerintah dengan Rakyat Indonesia.
4.Pihak Pemerintah Yang syah saat ini Pak SBY dan JK melengkapi pernyataan KPU tersebut sehingga rakyat semakin tulus untuk memaafkannya.
Apabila hal ini telah dilaksanakan maka keputusan MK seharusnya mendukung rekonsiliasi yang di sponsori oleh KPU dan Pemerintah kepada Rakyat Indonesia.
Dan selanjutnya Capres yang tidak terpilih , memberikan selamat kepada Calon yang terpilih dan selanjiutnya bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Negara Republik yang kita cintai ini.
Apabila dalam negara kita ini sudah terjadi saling memaafkan atas kekurangan-kekurangan yang kita perbuat , maka kita yakin bahwa Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang akan melimpahkan rachmatNya kepada Bangsa dan negara kita.
Seperti Tulisan Jatidiri Centered tgl 5-Agustus-2009, Ahab berbuat curang dan Allah telah menjatuhkan hukuman yang berat Sampai Mati semua anaknya laki-laki dimakan Anjing dan Burung, namun keputusan Allah dapat diubah kembali hanya karena Ahab mau mengakui kesalahannya dan berkabung dengan perbuatannya yang tidak terpuji tersebut ( Serakah dengan harta /kebunanggur Nabot dekat dengan Istananya)
Dari contoh tersebut marilah kita terapkan di Negara Republik Indonesa yang kita cintai ini " Mau mengakui kesalahan-kesalahan yang kita perbuat terutama dalam penyelenggaraan Pemilu Lalu" sehingga Negara Kita semakin maju dan makmur karena diberkati Oleh Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, setelah melihat para pimpinannya berdamai ria dan saling menuatkan antara yang satu dengan yang lainnya .
Demikianlah sedikit diskusi kita tentang mengatasi konflik horizontal dalam Pemilu lalu, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini dapat membantu semua pihak dalam menngatasi masalah-masalah yang kita hadapi saat ini.
Salam dari Jatidiri dan SEMANGAT PAGI RAKYAT INDONESIA.




0 komentar:
Posting Komentar