GEMPA DI TASIK MALAYA DAN SUMA TRA BARAT ADALAH PRINSIP DATANG DENGAN SENDIRINYA TANPA SEPENGETAHUAN DAN PENERIMAAN KITA
TUHAN MENCIPTAKAN DUNIA INI BULAT , OLEH SEBAB ITU KITA TIDAK PERNAH MAMPU MELIHAT APA YANG TERDAPAT NUN JAUH DI SANA SEKALI (- Isak Dineesen)
Apabila mau menengok ke masa mendatang , tentunya kita dapat lebih sering menghindari jalan buntu serta menyelamatkan diri dari tersandung, bukankah demikian? . Cukup dengan beberapa kali melirik , pertimbangan kita mengenai apa yang bermanfaat dilakukan dan apa yang perlu dicemaskan tentunya tidak akan keliru . Kita tentunya juga tidak perlu bersusah-payah seperti ini apa bila mengetahui apa yang akan membuahkan hasil dan apa yang tidak membuahkan hasil.
Disitu letak kesulitannya. Tidak ada sesuatu yang berharga yang datang tanpa perlu bersusah-payah. Kita terus maju dan berkembang bukan karena mengetahui melainkan ketidakpastian dalam pencarian tersebut serta tantangan yang ada dalam menghadapi keraguanlah yang membentuk watak dan integritas. Ketelatenan dan keteladanan kita dalam proses tersebut membentuk HARGA DIRI.
Kehidupan yang lebih mudah tidak selalu lebih baik. Kucing gemuk biasanya kurang jerihpayahnya, padahal jerih-payah yang membawa kita ke jalan tersebut. Kenyataan bahwa kita tergantung pada peralatan yang kita miliki, penemuan jalan kita, berarti bahwa kita bebas menciptakan benteng sendiri.
Kehidupan yang dipetakan secara cermat dan dapat diramalkan tidak akan begitu semarak.
Siapa yang pernah meramalkan Gempa di Padang akan datang pada tanggal 30 September 2009 jam 17.15 , dan siapa yang bisa meramalkan akan hancur beberapa rumah dan kepergian sanak saudara yang kita cintai tapi itu adalah kenyataan, masalah sekarang apakah kita lari dari kenyataan atau menerimanya apa adanya suatu hal yang perlu kita ketahui adalah Hukum alam ( natural low ) dimana , Gempa, Hujan ,Topan, Angin Puting beliung, Banjir adalah Prinsip Hukum Alam dan datang dengan sendirinya tanpa sepengetahuan dan penerimaan kita, namun dapat kita terima setelah terjadi.
Gempa di padang merupakan suatu pengakuan kita semakin dalam bahwa Tuhan masih ada , dan akan semakin mempertebal iman kepercayaan kita dan bukan sebaliknya malah membuat kita menjadi lemah dan terpuruk.
Dan kita harus selalu berpikiran bahwa semuanya akan Indah pada waktunya ok Gbu " Forget it Drive on "
Apabila mau menengok ke masa mendatang , tentunya kita dapat lebih sering menghindari jalan buntu serta menyelamatkan diri dari tersandung, bukankah demikian? . Cukup dengan beberapa kali melirik , pertimbangan kita mengenai apa yang bermanfaat dilakukan dan apa yang perlu dicemaskan tentunya tidak akan keliru . Kita tentunya juga tidak perlu bersusah-payah seperti ini apa bila mengetahui apa yang akan membuahkan hasil dan apa yang tidak membuahkan hasil.
Disitu letak kesulitannya. Tidak ada sesuatu yang berharga yang datang tanpa perlu bersusah-payah. Kita terus maju dan berkembang bukan karena mengetahui melainkan ketidakpastian dalam pencarian tersebut serta tantangan yang ada dalam menghadapi keraguanlah yang membentuk watak dan integritas. Ketelatenan dan keteladanan kita dalam proses tersebut membentuk HARGA DIRI.
Kehidupan yang lebih mudah tidak selalu lebih baik. Kucing gemuk biasanya kurang jerihpayahnya, padahal jerih-payah yang membawa kita ke jalan tersebut. Kenyataan bahwa kita tergantung pada peralatan yang kita miliki, penemuan jalan kita, berarti bahwa kita bebas menciptakan benteng sendiri.
Kehidupan yang dipetakan secara cermat dan dapat diramalkan tidak akan begitu semarak.
Siapa yang pernah meramalkan Gempa di Padang akan datang pada tanggal 30 September 2009 jam 17.15 , dan siapa yang bisa meramalkan akan hancur beberapa rumah dan kepergian sanak saudara yang kita cintai tapi itu adalah kenyataan, masalah sekarang apakah kita lari dari kenyataan atau menerimanya apa adanya suatu hal yang perlu kita ketahui adalah Hukum alam ( natural low ) dimana , Gempa, Hujan ,Topan, Angin Puting beliung, Banjir adalah Prinsip Hukum Alam dan datang dengan sendirinya tanpa sepengetahuan dan penerimaan kita, namun dapat kita terima setelah terjadi.
Gempa di padang merupakan suatu pengakuan kita semakin dalam bahwa Tuhan masih ada , dan akan semakin mempertebal iman kepercayaan kita dan bukan sebaliknya malah membuat kita menjadi lemah dan terpuruk.
Dan kita harus selalu berpikiran bahwa semuanya akan Indah pada waktunya ok Gbu " Forget it Drive on "




0 komentar:
Posting Komentar