MENGENDALIKAN AMARAH DENGAN INTERVAL WAKTU
Amarah bukanlah kejahatan , melainkan hanyalah kekuatan yang menanti pengarahan , maka kelolalah amarah Anda ( S Dale Smith + Djapiter T)
Cara setiap orang mengatasi amarah tidak sama . Ada diantara kita yang membanting pintu ada melempar barang dan ada pula yang berteriak-teriak . Ada pula yang berkomat-kamit mencerca dengan gigi terkatup rapat atau bersungut-sungut.. Sementara itu , orang lain pergi tidur dengan kepala pening, sedangkan oranglain menyangkal begitu saja bahwa ia masih marah.
Ketidak mampuan melampiaskan amarah sama tidak sehatnya dan sama menggganggunya seperti membanting piring atau berteriak tidak terkendali. Pelampiasan keluar yang tidak terkendali merupakan masalah, namun memendamnya juga merupakan masalah. Amarah merupakan tanggapan emosional yang normal ketika orang melihat ketidakadilan. Menjauhkan diri dari amarah yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dalam hidup berarti menjauhkan diri dari sebagian besar realita atau kenyataan. Dalam Dunia yang seringkali kejam ini tidaklah normal apaila kita tidak pernah merasa sakit hati.
Jauh lebih baik mengakui kemarahan kita dan mengubahnya menjadi suatu tidakan yang positif. Kita tidak akan semakin lemah, melainkan semakin kuat apabila amarah yang logis itu kita salurkan dan gunakan sebagai sumber kekutatan untuk memecahkan masalah yang menyebabkan kita marah. Menghadapai ketidakadilan membangun rasa harga diri karena hal itu membuat diri kita merasa enak. Mungkin amarah yang terarah adalah generator yang kita cari-cari selama ini .
Dalam Manajemen Buku Manajemen Jatidiri Amarah tidak boleh dipendam dan tidak boleh dilampiaskan ,sehingga kelola marah itu . Dan untuk mengelola amarah dengan baik adalah menentukan waktu marah misalnya tidak boleh lebih dari satu menit, dan kalupun harus marah lagi harus ada interval , bila kita mengadop pendapat Aristoteles : Marah adalah hak semua Orang , masalahnya sekarang adalah Marah yang bagaimana? maka untuk itu beliau katakan : Marah kepada orang yang Tepat, Waktu Yang Tepat dan Tujuan Yang tepat LAKUKAN DAN JANGAN
RAGURAGU
Tidaklah sulit mengatasi amarah apabila kita mengarahkan energi yang terdapat didalamnya.
Cara setiap orang mengatasi amarah tidak sama . Ada diantara kita yang membanting pintu ada melempar barang dan ada pula yang berteriak-teriak . Ada pula yang berkomat-kamit mencerca dengan gigi terkatup rapat atau bersungut-sungut.. Sementara itu , orang lain pergi tidur dengan kepala pening, sedangkan oranglain menyangkal begitu saja bahwa ia masih marah.
Ketidak mampuan melampiaskan amarah sama tidak sehatnya dan sama menggganggunya seperti membanting piring atau berteriak tidak terkendali. Pelampiasan keluar yang tidak terkendali merupakan masalah, namun memendamnya juga merupakan masalah. Amarah merupakan tanggapan emosional yang normal ketika orang melihat ketidakadilan. Menjauhkan diri dari amarah yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dalam hidup berarti menjauhkan diri dari sebagian besar realita atau kenyataan. Dalam Dunia yang seringkali kejam ini tidaklah normal apaila kita tidak pernah merasa sakit hati.
Jauh lebih baik mengakui kemarahan kita dan mengubahnya menjadi suatu tidakan yang positif. Kita tidak akan semakin lemah, melainkan semakin kuat apabila amarah yang logis itu kita salurkan dan gunakan sebagai sumber kekutatan untuk memecahkan masalah yang menyebabkan kita marah. Menghadapai ketidakadilan membangun rasa harga diri karena hal itu membuat diri kita merasa enak. Mungkin amarah yang terarah adalah generator yang kita cari-cari selama ini .
Dalam Manajemen Buku Manajemen Jatidiri Amarah tidak boleh dipendam dan tidak boleh dilampiaskan ,sehingga kelola marah itu . Dan untuk mengelola amarah dengan baik adalah menentukan waktu marah misalnya tidak boleh lebih dari satu menit, dan kalupun harus marah lagi harus ada interval , bila kita mengadop pendapat Aristoteles : Marah adalah hak semua Orang , masalahnya sekarang adalah Marah yang bagaimana? maka untuk itu beliau katakan : Marah kepada orang yang Tepat, Waktu Yang Tepat dan Tujuan Yang tepat LAKUKAN DAN JANGAN
RAGURAGU
Tidaklah sulit mengatasi amarah apabila kita mengarahkan energi yang terdapat didalamnya.




0 komentar:
Posting Komentar