Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Jumat, 11 September 2009

TIDAK REALISTIS BILA KITA HARUS SEPENDAPAT DENGAN ORANG LAIN DALAM SEGALA HAL

Kesepakatan menjadi lebih berharga dengan adanya ketidaksepakatan, kemudian lebih baik tidak bersepakat bila harus ada yang dikorbankan
( Publilius Syrus + Sthephen R Covey )
Dalam mendambagan hubungan yang selaras , adakalanya kita sangat keras kepala, bersikukuh, tidak mudah menyerah, bahkan dalam hal seberapa jauh kesepakatan diantara dua orang diperlukan atau dimungkinkan . Bagaimanapun juga , telah menjadi tugas kita untuk memberitahukan, membujuk, dan meyakinkan yang lain bahwa jalan pemikiran kita lebih baik dibandingkan dengan mereka.
Namun, kesepakatan yang sebenarnya tidak dapat dipaksakan lagi dibandingkan dengan cinta. Setiap Orang berhak atas pendapatnya. Mereka tidak " Salah " apabila keyakinan politik atau agama, selera humor atau memiliki hobi yang berbeda dengan kita. Berbeda adalah berbeda. Bilamana kita mencoba mengubah orang lain di luar kehendaknya, maka
yang terbaik yang dapat kita harapkan adalah semacam konformitas yang dipaksakan Mungkin diluar mereka tampak sejalan dengan kita serta tidak lagi berdebat , namun percakapan yang sebenarnya berlangsung di dalam.
Apabila kita bermaksud hendak meningkatkan harga diri, sebaiknya kita tidak terlalu memaksakan pandangan kita pada orang lain. Jikalau kita inginlebih tanggap dan merasa lebih nyaman terhadap perbedaan besar yang terdapat di dalam diri kita , maka sebaiknya kita biarkan orang lain juga memiliki perbedaan tersebut. Dengan demikian kita akan lebih dapat menghargai dan menikmati perbedaan pendapat dalam bidang apapun sebagai bumbu kehidupan sebagaimana seharusnya, Dan marilah kita rayakan perbedaan ( Celebration Diffrent ) dan janganlah pernah kita menghindar dari orang yang berbeda dengan kita, dan semua perbedaan tersebut haruslah kita selesaikan dengan istilah Win-Win Solution ( Things Winwin)
Ingin sependapat dengan orang lain dalam segala hal adalah tujuan yang tidak realistis Misalnya Membuat Undang-Undang dari Keagamaan Tertentu untuk diterapkan dengan Orang2 tertentu yang berbeda Agama dengan Orang Pembuat Undang-Undang Tersebut Contoh : Syariat Kristen tidak mungkin bisa cocok dengan Agama Hindu, Budha, Islam, Katholik dan Kongfucu demikian juga sebaliknya maka , marilah kita rayakan perbedaan itu dengan syarat jangan sampai kita menjauhi orang yang berbeda pandangan dengan kita apalagi memusihinya.

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP