TIDAK ADA NILAI UNTUK KESOMBONGAN DAN KEPURAPURAAN
TIDAK ADA NILAI UNTUK KESOMBONGAN DAN KEPURAPURAAN ,YANG ADA HANYALAH NILAI UNTUK KEMAMPUAN MENUTUPINYA. ( Mark Twain )
Apa yang dikatakan orang dibelakang kita ? Karena pertanyaan itu sendiri belum terjawab , maka umumnya kita hanya bertanya-tanya di dalam hati
Mungkin mereka mengatakan bahwa kita sok berkuasa atau perfeksionistik
, keras kepala atau tidak komunikatif . Hal itu tidaklah terlalu jelek , namun kita merasa malu bila dikatakan orang yang sombong.
Karena kita belajar berbangga diri secara diam-diam dan berbual secara tidak kentarara. , kita percaya keangkuhan kita tidak akan tampak. Namun kenyataannya sifat manusia terus menerus di tunggangi oleh keangkuhan
Kesulitran kita adalah kita terlalu sombong untuk mengakui dan menerima kesombongan kita sendiri .
Jika Anda tidak percya ,periksalah diri Anda. Berapa kali Anda secara mental mengulang kembali situasi yang memalukan untuk menemukan penyelesaian yang canggih atau merasionalisasikan suatu kesalahan? .Apakah Anda menjadi salah tingkah bila seseorang menertawakan pengeluaran Anda. Apak olokan kecil memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk melupakamnnya? . Apakah Anda membiarkan konflik sampai disitu atau membesarkan masalah hingga tidak masuk akal lagi?. Umumnya kita melakukan semua itu dalam batas-batas tertentu . Bahkan beberapa orang merasa sombong .melihat kita tidak memiliki rasa sombong . Namun tidak ada kompromi mengenai hal itu . Kita semua adalah orang yang sombong , tantangan yang kita hadapi adalah menrima kebenaran itu sehingga kita dapat mengendalikannya secara aktif
Tidak seorang manusia pun yang betul-betul sempurna. Menghargai diri sendiri secara sehat adalah dilandasi dengan menerima sifat manusia sebagai Citra Allah.
Apa yang dikatakan orang dibelakang kita ? Karena pertanyaan itu sendiri belum terjawab , maka umumnya kita hanya bertanya-tanya di dalam hati
Mungkin mereka mengatakan bahwa kita sok berkuasa atau perfeksionistik
, keras kepala atau tidak komunikatif . Hal itu tidaklah terlalu jelek , namun kita merasa malu bila dikatakan orang yang sombong.
Karena kita belajar berbangga diri secara diam-diam dan berbual secara tidak kentarara. , kita percaya keangkuhan kita tidak akan tampak. Namun kenyataannya sifat manusia terus menerus di tunggangi oleh keangkuhan
Kesulitran kita adalah kita terlalu sombong untuk mengakui dan menerima kesombongan kita sendiri .
Jika Anda tidak percya ,periksalah diri Anda. Berapa kali Anda secara mental mengulang kembali situasi yang memalukan untuk menemukan penyelesaian yang canggih atau merasionalisasikan suatu kesalahan? .Apakah Anda menjadi salah tingkah bila seseorang menertawakan pengeluaran Anda. Apak olokan kecil memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk melupakamnnya? . Apakah Anda membiarkan konflik sampai disitu atau membesarkan masalah hingga tidak masuk akal lagi?. Umumnya kita melakukan semua itu dalam batas-batas tertentu . Bahkan beberapa orang merasa sombong .melihat kita tidak memiliki rasa sombong . Namun tidak ada kompromi mengenai hal itu . Kita semua adalah orang yang sombong , tantangan yang kita hadapi adalah menrima kebenaran itu sehingga kita dapat mengendalikannya secara aktif
Tidak seorang manusia pun yang betul-betul sempurna. Menghargai diri sendiri secara sehat adalah dilandasi dengan menerima sifat manusia sebagai Citra Allah.




0 komentar:
Posting Komentar