Hanya di Blog Manajemen Jatidiri

Kamis, 27 Agustus 2009

MENENTANG PENGUASA LALIM BERARTI PATUH KEPADA TUHAN

Menentang Penguasa Lalim Berarti Patuh Kepada Tuhan, dan Bertindaklah Berdasarkan Nilai bukan Perasaan. ( Thomas J - Djapiter T)

Orang-orang yang bersifat menindas dan menguasai merupakan noda dan aib di dunia ini. Mereka adalah algojo-algojo harga diri . Ketika masih anak-anak , umumnya kita gemetar dan menggigil menghadapi orangtua yang berkuasa dan lalim. Setelah Dewasa, beberapa orang masih diganggu dan dimanipulasi oleh pasangan atau pemimpin yang berkuasa dan lalim. Kini demi harga diri kita , kita menjadikan orang-orang lalim ini sebagai sasaran yang mudah ketika kita harus menghadapi orang yang melukai kita.
Perbuatan kejam dimasa lalu merupakan satu masalah. Tentu saja, kita perlu mengakui bahwa hal itu pernah terjadi. Hal itu sering membantu kita mengatasinya dengan berdiskusi dengan teman-teman yang bisa dipercaya, dengan sebuah kelompok pendukung, atau dengan seseorang penasehat. Tetapi diluar pernerimaan dan pemahaman , tidak ada yang dapat kita kerjakan kecuali membalut luka trauma kita dengan berjalan terus ( forget it drive on)
Tetapi perbuatan kejam yang kita alami sekarang adalah masalah lain. Sebagai orang dewasa, kita harus bertanggungjawab atas peran kita di dalam hubungan yang sewenang-wenang. Tuhan membuat kita bahagia , gembira, sehat walafiat, dan bebas serta tidak membuat kita gemetar dan menunduk ketakutan . Sampai kita menemukan keberanian untuk mempertahankan hak kita, harga diri tidak mungkin tumbuh. Apabila kita perlu pertolongan , kita harus memintanya.
Bangkit melawan penindasan adalah tugas kita sebagai manusia, dengan filosofis : Timbang rasa tinggi dan keberanian pun harus tinggi sehingga tercipa suatu win-win solution.

0 komentar:

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Privacy Policy

Back to TOP